Tulisan ini terinspirasi buku Rhenald Kasali yang berjudul Myelin. Buku itu pertama kali menyentak saya dengan warna covernya yang merah menyala. Warna itu berhasil membuat saya mendekat dan membaca intisari tulisan di
back cover. Tiba-tiba keputusan untuk membeli buku itu terjadi saat itu juga. ^_^
 |
| Myelin on red ^ _^ |
Renald menyebutkan bahwa dengan myelin, seseorang atau perusahaan dapat melakukan perubahan. Bahwa tidak hanya
brain memory saja yang perlu dilatih tapi juga
muscle memory diperlukan untuk mewujudkan keinginan.
Apa itu
muscle memory atau
myelin?
Sepintas saya mengartikannya sebagai memori otot. meski tak salah namun dalam buku ini artinya jauh lebih luas. Myelin adalah jaringan otot yang terdapat dalam sistem syaraf manusia. Myelin terbentuk dari latihan secara terus menerus, disiplin dan tekad yang kuat. Hasilnya, semua hal yang terekam dalam myelin itu dapat di-
recall dan bertindak seperti yang kita mau. Serupa dengan
brain memory yang akan lebih maksimal digunakan bila sebelumnya telah dilatih dengan belajar.
Secara sederhana kita dapat melihat myelin terbentuk pada setiap atlet. Melalui latihan setiap hari dan disiplin tinggi, seorang atlet telah membentuk myelin-nya. Akibatnya, dengan mudah dia dapat bergerak sesuai keinginannya. Sepakbola, atletik, basket, senam, tenis, semua dapat dilakukan, sesuai disiplin memory yang dilatihnya.
Tidak hanya terihat secara fisik, myelin juga terbentuk pada tokoh-tokoh besar dunia ini. Mozart misalnya. Sejak usia 6 tahun, dia telah berlatih memainkan musik dengan dilatih ayahnya sendiri. Selain memperoleh ingatan dalam
brain memory, Mozart kecil juga telah melatih keterampilan otomatis dari
muscle memory-nya.
Istimewanya, myelin tidak dapat dilepas begitu saja karena terbentuk secara berulang. Menurut Rhenald, myelin dapat terus terbentuk hingga usia 50 tahun.
Saya melihat teman-teman, rekan kerja dan atasan-atasan saya sebelumnya telah mewujudkan mimpi mereka. Saya percaya, mereka telah menemukan
passion hidup dan melatih myelin mereka sejak dulu. Seperti ibu Santi Siera, pemimpin redaksi majalah
Fitness Indonesia ini pernah bercerita kalau dulu sering merasa kesulitan mempelajari pelajaran eksakta. Namun Santi Siera kecil suka sekali pelajaran mengarang. Sejak saat itu ia terus mengasah keterampilan menulisnya hingga sekarang dan telah menemukan
passion hidupnya. ^_^
Jadi sebenarnya apa myelin saya? Bukannya saya belum merasa nemukan passion saya. Mungkin saya hanya merasa kurang percaya diri. I've tried so many things, done so many adventures, but most of all, I love to paint, write, read, and make something. I realize they can't be separated each other, but a collaboration of those is really something I am dreamed of.
Untuk teman-teman yang mungkin masih belum menumukan kecintaannya, coba
rewind lagi apa yang selama ini terbentuk dalam myelin anda sejak kecil. Mungkin disitulah letak kecintaan anda dan dapat dijalankan dengan penuh cinta. Salam.. ^@^
 |
| cheeseeee.... ^_^ |
 |
| gimana cara rotate foto ini dsini siii.. :-p |