Selasa, 30 Agustus 2011
Jumat, 26 Agustus 2011
I am my culture (2)
Mendung lg siang ini, yayyy….suka sesuka sukanya.. ^_^ Seolah-olah semuanya jd berwarna abu-abu, dingin dan tanpa sinar matahari. Hmmm….semua imajinasi di kepala ini langsung bisa keluar membabi buta. Inspirasi jadi lancar.
Sebenarnya bukan hanya memperlancar kreatifitas, tapi tanpa sinar matahari aku jadi tak perlu lagi berlindung pada sun block biar kulit tak menghitam. Pemikiran sederhana yang akhirnya jadi kepengennnnnn…. banget tinggal di negara minim matahari seperti Paris , New York atau Yunani. Tiap hari bisa jalan-jalan terus sekalian belanja baju-baju lucu.. ^_^ Imajinasi..imajinasi…bisa kemana saja dan ngapain aja.
Kenapa Tidak Indonesia ?
Banyak hal yang kalau dicari-cari pasti ada saja keluhan tinggal di Indonesia . Padahal kita lahir disini. Bernafas di udara ini dan bertumbuh di atas tanah ini. Kalau aku, mulai dari mataharinya yang kelewat puanassss.. Dulu tiap pulang sekolah, kulit pasti sudah merah hitam terbakar matahari. Lalu orang-orangnya yang begini begitu. Kurang ini kurang itu. Belum lagi pemerintahnya yang banyak diprotes karena ini dan itu.
Rasanya pindah ke negara lain jadi satu-satunya solusi. Coba bayangkan tinggal di New York .. Semua ada disana. Orang-orang dari belahan dunia manapun ada. Kota sibuk tapi artistik menurutku. Lalu Paris dan Yunani. Entahlah..hanya ingin tinggal disana. Sepertinya kok kotanya indah, tertata rapi, nyaman, bebas macet dan adem.. Orang-orangnya juga cantik dan tampan. Menyenangkan kan kalau berada di sekitar orang-orang yang enak dilihat. ^_^
Culture Mix, could it be???
Mungkin karena pengaruh televisi, koran, buku dan terutama film-film barat, nilai-nilai budaya yang aku miliki jadi tercampur. Bukannya anti percampuran budaya tapi percampuran dua budaya yang sama sekali berbeda justru cuma bikin pusing!!
Bayangkan, kita hidup di daerah yg perilakunya begini begini tapi kita pengen berperilaku yg begitu begitu. Rasanya semua setuju kalau itu hal yang sangat sulit dilakukan. Berat melawan arus.
Kayak di novel Pearl S Buck, East Wind West Wind, percampuran budaya itu bukan sesuatu yang keliru, tapi tak terelakkan. Memang berat untuk semua orang, tapi datangnya pengaruh dari budaya lain itu pasti selalu terjadi. Dan dari arah manapun.
Tapi semakin tahu budaya lain kok rasanya malah jadi merasa budaya sendiri banyak kurangnya. Kayaknya ada yang salah dengan pemikiran ini. Sampai aku baca novel itu tadi, East Wind West Wind (EWWW).
Dari dulu baca buku pengetahuan tentang budaya yang isinya definisi budaya, ciri-ciri budaya, budaya tingkat tinggi, tingkat rendah, dsb. Tapi belum pernah yang sampai aku paham kalau budayaku juga sama seperti budaya orang di benua manapun.
Bukan materialnya yang sama tapi esensinya. Semua orang itu berbudaya. Entah mau atau tidak seseorang disebut berbudaya tapi sejak lahir, seseorang sudah memiliki budaya sendiri. Dan ini yang melegakan, tidak ada budaya yang salah, dalam konteks esensinya.
Switch My Mind
Ok, sekarang waktunya evaluasi diri sendiri. Ternyata banyak sekali pemikiranku yang belum pas. Setiap orang memang punya hak untuk berfikir seperti apapun. Tapi aku memilih untuk berfikir dan memahami sesuatu yang membuatku bertumbuh.
Kalau selama ini aku mikirnya,
- duh…tinggal di negara lain enaknya, orang2nya asik, budayanya asik. I will switch it to:
- duh…indahnya negeriku, budayanya indah, serasi, selaras, dan menenangkan. Orang di negara lainpun pasti ikut mengaguminya bahkan ingin merasakannya. I will always live in this country with its culture, its beauty, its warmness and with my happines family. Karena aku sudah hidup dengan budaya ini, tahah ini, air ini dan udara ini sejak lahir.
Kalau aku mulai berfikir begini;
- itu bagus ya..itu cantik ya… I will switch it to;
- yang disini juga bagus..aku juga cantik..budayaku juga beautiful. ^_^
Kalau pikiran yang ini juga menyerang;
- aku ga suka kulitku…ga suka lingkungan iniii…ga suka ini ituuuuu.. I will switch it to;
- each thing on our life is created match to our life. Begitu pula tubuh yang aku miliki, tempat dimana aku tinggal, orang-orang yang yang aku temui, juga budaya yang akan selalu mengikutiku.
You are your culture, no matter how far you’ve been gone.
I am my culture
Look inside my life
I am my very lovely culture
Walking with the spirit of my anchestor
Breathing with my childhood memories
The truth is
I cant erase all of my culture bond
I still carrying it on my hands, my skin and my precious mind
I’ve been traveling to many places
Meets many interesting person
Discover many of my favourite spot
But my birth-place still remain as my coziest palace
Now Im here
Breathing at my childhood memories
Seeing what I’ve been experienced before
Walking at places I’ve been longing
I am still my culture
No matter what I’ve seen before
I am still belong to my culture
Langganan:
Postingan (Atom)
